Sunday, 9 September 2012

Prolog


Entah apa yang akan saya tulis di sini, tapi satu hal yang pasti: saya baru menyadari bahwa saya mempunyai blog yang sudah lama tidak saya buka, bahkan MENYENTUHNYA pun belum pernah. Setelah motivasi untuk menulis meningkat, akhirnya saya memilih untuk mengurusnya kembali, walaupun hanya untuk konsumsi pribadi.

Saya kurang suka menulis, mungkin karena belum pernah menulis bahkan untuk membuat sebuah cerpen. Tulisan yang sering saya buat hanyalah syair atau lirik yang abu-abu, yang hanya dimengerti oleh saya pribadi, walaupun bukan itu yang saya maksud. Saya hanya mengagumi, belum ada motivasi, untuk menulis. Membaca karya-karya sastra merupakan hobi saya sejak kelas 5 SD, dimana buku Kahlil Gibran selalu ada dalam dekapan saya kala tidur. Namun keberanian untuk menulis sesuatu yang panjang, baik itu akan menjadi cerpen atau prosa, atau tulisan yang bersifat How To, belum ada. Barangkali. 



Membuat sebuah syair atau lirik lagu merupakan kegiatan favorit saya terutama ketika sedang tidak ada kerjaan atau sedang bengong. Isi dari tulisan tersebut bermacam-macam, disesuaikan dengan keadaan saya ketika itu. Banyak tulisan saya yang jelek dan akhirnya hanya menjadi junk dan tidak saya teruskan kembali, namun tidak sedikit tulisan saya yang bangus bahkan diminta oleh teman untuk dijadikan lirik lagunya.


Suddenly down, suddenly raise
Suddenly a wave come 
Get closer now
Move to the haze

Suddenly come, suddenly gone
Suddenly move to the other things
Get closer now
I'm half alive

I'm a fire, burning my wild
I'm a wind, fly my child
I'm a toxic, pain your wrist
I'm a water, fresh your thirst

When a line across your eyes
A ray will shining
Though I wear a glasses
Not enough 

Daffodil wants me to pick her up
Bring her away from any bad weather
Because she wants to still alive
No matter how any flowers survive



No comments: